Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Pulang

Sedekat apapun jaraknya, momen kepulangan selalu menjadi hal yang ditunggu.
Sesering apapun pulangnya, perjalanan menuju kampung halaman akan senantiasa dirindu.

Bukan. Bukan karena kepenatan di tanah rantau. Bukan pula karena kenyamanan tinggal di kampung halaman. Atau pun keindahan lingkungan sekitar tempat tinggal yang menjadi sebab.

Perjalanan pulang terasa berharga karena kita tahu kemana kita hendak menuju. Kepulangan begitu berkesan karena kita tahu dengan siapa kita akan bertemu. Adalah keluarga.

Segala urusan pekerjaan, perkuliahan, organisasi, dan lain-lain kita selesaikan segera demi kembali bersamanya. Perbekalan dan oleh-oleh dari tanah rantau kita siapkan sedemikian rupa sebab ingin bersama mereka. Keluarga alasannya.

Kemudian, saya bertanya. Sebenarnya apakah kepulangan kita benar-benar dinanti? Apakah kita benar-benar diharap kedatangannya? Adakah kehadiran kita membahagiakan dan memberi manfaat? Ataukah kita justru hanya menjadi pelengkap jumlah anggota?

---

Pulang …

Amal Shaleh Pemimpin

Pemimpin adalah seorang yang memperbaiki sesuatu sehingga menjadi benar kembali.
Pemimpin adalah yang melakukan amal shaleh.

Adalah bukan pemimpin orang yang melihat kesalahan tapi tak mengindahkannya.
Begitu pun, bukan termasuk orang yang beramal shaleh jika membiarkan keburukan tetap terjadi.

Lantas, apakah kita benar-benar telah beramal shaleh?
Apakah kita sudah melakukan perbaikan?
Apalah kita pantas disebut pemimpin?

Mari introspeksi. Untuk kita, pemimpin diri sendiri.

Kematian

Berita kematian teman, kerabat, dan orang-orang terdekat yang dikabarkan di grup obrolan maupun lewat pesan pribadi akhir-akhir ini seakan memaksa untuk direnungi. Peristiwa yang (seharusnya) menjadi peringatan dan memberikan pelajaran bagi setiap insan.

Bahwa kematian itu bisa datang kapan saja. Ia tidak memilih waktu. Ketika telah ditetapkan maka kita tinggal menunggu giliran. Maka betapa bodohnya kita jika tetap larut dalam kesia-siaan dan menikmati kemaksiatan.

Bahwa kematian adalah perpisahan ruh dan jasad. Ia tidak menilai penampilan. Sebab kelak yang dihisab adalah amal dan ibadah. Maka betapa ruginya kita andai terlalu sibuk mencari kekayaan, membanggakan jabatan, dan hal duniawi yang penuh kefanaan.

Bahwa syarat mati itu tidak harus tua. Ia tidak melihat usia. Siapa pun tak kan kuasa menolaknya jika saatnya tiba. Maka betapa angkuhnya kita bila masih terlena pada kehidupan dunia dan kesenangan masa muda.

Bahwa kematian adalah kepastian. Ia begitu dekat bagi setiap jiwa yang …

Harapan dan Kenyataan

Malam itu terdengar bunyi notifikasi pesan masuk dari sebuah grup obrolan departemen.

"Nilai mutu penkom udah ada di KRS." Begitu isi pesannya.

Lalu berbagai respon dan tanggapan bermunculan dari anggota-anggota grup tersebut.

Esok paginya, kembali terdapat pesan masuk di grup itu.

"Metstat udah keluar nilainya. Monggo dicek." Seseorang mengabari. Baik sekali.

Sudah bisa ditebak, grup kembali ramai. Ada juga info lain. Tapi tampaknya tak mendapat perhatian para penghuni grup.

Sore menjelang. Notifikasi tanda pesan masuk semakin banyak.

"DTPSI udah ada di KRS."

Sejurus kemudian, "Nilai udah keluar semua. IP udah bisa diliat."

Beragam komentar terlontar dalam wujud tulisan. Sebagian bernada kesal dan kecewa. Beberapa berusaha menghibur sesama. Yang lain menanggapinya dengan canda. Sisanya hanya membaca, termasuk saya.

Setelah itu hanya ada obrolan-obrolan yang mengakrabkan suasana.

***

Kecewa merupakan hal yang biasa. Ia timbul jika keinginan tid…

Penilaian-Nya Lebih Utama

Sejatinya, kita tidak memerlukan anggapan dan persepsi orang lain. Bagaimana orang lain memandang dan menilai diri kita bukan merupakan hal yang penting.
Sebaik apapun anggapan manusia tak akan menambah kemuliaan diri kita. Begitu pula sebaliknya, betapa pun buruk persepsi orang lain terhadap kita tidak lantas membuat kita hina.
Karena kemuliaan sama sekali bukan terletak pada apa yang tampak dan dilihat sesama. Hanya iman dan takwa yang meninggikan derajat manusia.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
(QS. Ali-Imran: 139)

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
(QS. Al Hujurat: 13)


Penilaian yang utama adalah penilaian dari Allah semata. Pujian, tepuk tangan, dan penghargaan manusia menjadi tidak berarti apa-…

Ujian

Ujian merupakan keniscayaan yang dihadapi setiap makhluk-Nya. Entah itu ujian kenikmatan ataupun ujian kesukaran, ujian yang menuntut kesyukuran maupun ujian yang membutuhkan kesabaran.

Sesulit apapun ujian yang kita terima, yakinlah ujian itu memang untuk kita. Jika terasa berat, maka sesungguhnya kita sedang dipaksa untuk mengeluarkan kemampuan terbaik kita yang mungkin selama ini tersimpan tak digunakan.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kadar kemampuannya."
(QS. Al-Baqarah: 286)
Pun dengan iman. Keimanan kita akan diuji sesuai dengan kadarnya. Ujian bagi iman yang lemah tidak akan jauh dari hal-hal kecil. Begitu juga sebaliknya, iman yang kuat akan diuji dengan hal yang lebih serius.

Kita tahu bahwa iman yang kuat adalah lebih utama. Sungguh malang bila kita terus disibukkan oleh masalah sepele yang tak kunjung usai.

Maka curigalah bila kita tidak jua beranjak dari masalah-masalah yang kecil dan mudah. Karena semakin tinggi pohon akan semakin dahsyat terp…