Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Yang Tak Tersorot

Kekaguman kita kerapkali tertuju pada mereka yang tampil di atas panggung. Mereka yang menawan di bawah sorotan lampu dengan segala kelebihan yang tampak. Elok parasnya, ramah tuturnya, merdu nyanyiannya, kuat pengaruhnya. Seakan-akan semesta memang tercipta untuknya.

Padahal jauh lebih banyak lagi orang-orang yang tak tersorot atau mungkin memang enggan disorot. Yang ikhlas bekerja untuk keluarganya. Yang selalu ada menjadi tempat cerita. Yang terus mendukung tanpa sedikitpun menghitung. Yang menuntaskan amanah meski amat lelah. Yang sibuk memberi dan berbagi tanpa pamrih, tanpa publikasi.

Orang-orang seperti itu tidak sedikit jumlahnya. Barangkali ada di sekitar kita. Kita saja yang sering melewatkannya. Atau terlambat menyadarinya.

Orang-orang seperti itu bukannya tidak peduli terhadap pribadi. Justru mereka sudah selesai dengan urusannya sendiri. Merasa cukup dengan nikmat yang Dia beri. Seraya menyerahkan hidup-mati pada Yang Maha Menguasai.

Orang-orang seperti itu tidak silau pa…

Melewatkanmu

Bagaimana jika ternyata puasa kita sia-sia?
Tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga. Sebab kebiasaan kita adalah berucap dusta dan berlaku tiada guna.

Bagaimana jika ayat-ayat yang kita baca ternyata tidak berpahala?

Lisan basah namun hati gelisah. Rajin merapal tapi alpa beramal.

Bagaimana jika salat tarawih kita ternyata tidak diterima?

Sekadar euforia sesaat dan ritual musiman saja. Kemudian kita justru sibuk belanja dan terlena jelang hari raya.

Bagaimana jika ternyata infaq dan sedekah kita ternyata membuat celaka?

Memberi karena ujub dan riya'. Bederma hanya supaya dilihat manusia.

Bagaimana jika iftar yang kita hadiri ternyata jadi ladang dosa?

Asyik bergosip ria sampai lalai dengan kewajiban kita. Dekat dengan kerabat dan kolega namun makin jauh dari ridha-Nya.

Bagaimana jika Ramadan ini tidak bernilai apa-apa bagi kita?

Ia sekadar berlalu dan kita melewatkannya begitu saja.

Bagaimana jika kali ini adalah Ramadan terakhir kita?

Sementara tidak ada jaminan kembali berjump…

Waktu Magrib

Kalau waktu magrib punya perasaan, mungkin ia berbahagia sekali tiap bulan Ramadan tiba.

Sebab pada bulan ini ia begitu diperhatikan, ditunggu, dan diharap kehadirannya oleh muslim seluruh dunia.

Kalau saja kita tahu bahwa waktu magrib bisa berdoa, mungkin ia berharap seluruh bulan adalah Ramadan.

Sebab pada bulan inilah keberadaannya paling terasa. Kebermanfaatannya nyata bagi mereka yang beriman pada-Nya.

Kalau waktu magrib bisa bicara, mungkin ia ingin menjelaskan dan menyadarkan umat Islam di mana pun berada.

Bahwa ia tetap ada meski Ramadan usai.
Bahwa ia akan senantiasa hadir sampai Tuhan berkata cukup dan selesai.